عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ غُلَامٍ رَهِينٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُسَمَّى أَخْبَرَنَ هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا قُرَيْشُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ حَبِيبِ بْنِ الشَّهِيدِ قَالَ لِي مُحَمَّدُ بْنُ سِيرِينَ سَلْ الْحَسَنَ مِمَّنْ سَمِعَ حَدِيثَهُ فِي الْعَقِيقَةِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ سَمِعْتُهُ مِنْ سَمُرَةَ( .سنن النسائي:٤۲٣١)
Artinya: hadis dari Samurah bin Jundub, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Setiap anak tergadai dengan akikahnya; disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambut kepalanya, dan diberi nama.” Harun bin Abdullah memberitakan kepada kami, ia berkata: Quraish bin Anas menceritakan kepada kami dari Habib bin Syahid. Habib berkata: Muhammad bin Sirin berkata kepadaku, “Tanyakanlah kepada al-Hasan dari siapa ia mendengar hadis tentang akikah itu.” Lalu aku menanyakannya, dan al-Hasan berkata, “Aku mendengarnya dari Samurah. (HR Nasa’I 4231)
Hadis ini menjelaskan bahwa anak tergadai dengan akikahnya, yang dilakukan pada hari ketujuh dengan penyembelihan, pencukuran rambut, dan pemberian nama. Jalur periwayatannya ditegaskan kuat melalui al-Hasan yang langsung mendengarnya dari Samurah. Ini menunjukkan pentingnya akikah dalam Islam serta kehati-hatian ulama dalam memastikan keabsahan sanad hadis.