عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَسِوَاكٌ وَيَمَسُّ مِنَ الطِّيبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ. إِلاَّ أَنَّ بُكَيْرًا لَمْ يَذْكُرْ عَبْدَ الرَّحْمَنِ وَقَالَ فِى الطِّيبِ وَلَوْ مِنْ طِيبِ الْمَرْأَةِ. (رواه مسلم)
Artinya: hadis dari Abdurrahman bin Abu Sa’id Al Khudri dari bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mandi pada hari jum’at adalah wajib bagi setiap muslim yang muhtalim (telah dewasa). Begitu pula menggosok gigi, memakai wewangian sekedar yang dapat ia lakukan.” Kemudian Bukair tidak menyebutkan Abdurrahman. Dan ia berkata: berkenaan dengan wewangian: “Meskipun dengan wewangian wanita.” (HR. Muslim)
Penjelasan Hadis:
Hadis ini menjelaskan kewajiban mandi pada hari Jumat bagi setiap Muslim yang telah baligh sebagai bentuk penghormatan terhadap hari Jumat, hari yang agung dalam Islam. Mandi ini tidak hanya bertujuan kebersihan jasmani, tetapi juga mempersiapkan diri secara spiritual untuk menghadiri salat Jumat. Menggosok gigi dan memakai wewangian dianjurkan sebagai bentuk kesempurnaan kebersihan dan penampilan. Bahkan, jika tidak memiliki wewangian pria, maka boleh menggunakan wewangian wanita, selama tidak berlebihan dan tidak dimaksudkan untuk menarik perhatian yang haram.