عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ (رواه البخاري)
Artinya: dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda: “Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bagian dari iman”.( H.R.al-Bukhari)
Penjelasan hadis:
Hadis ini mengajarkan bahwa iman bukan hanya dalam hati, tapi juga dalam ucapan dan perbuatan nyata, dan bahwa malu kepada Allah dan sesama adalah bukti nyata dari keimanan. Malu yang terpuji akan menjaga seseorang dari maksiat, akhlak buruk, Perilaku tercela di dunia maupun agama Maka, hilangnya rasa malu adalah tanda lemahnya iman, dan menjaganya adalah bagian dari memperkuat keimanan.