عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ لِكُلِّ شَىْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس َمَنْ قَرَأَ يس َتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ)
Artinya: Dari Anas berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki jantung, dan jantung Al-Qur’an adalah Yasin. Barang siapa yang membaca Yasin, maka Allah akan mencatat baginya dengan bacaannya itu bacaan Al-Qur’an sepuluh kali.” (HR. Tirmidzi)
Penjelasan hadis:
Hadis ini berbicara tentang keutamaan dan kedudukan istimewa Surah Yasin dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya setiap sesuatu memiliki hati” (إِنَّ لِكُلِّ شَىْءٍ قَلْبًا). Bagian ini adalah sebuah perumpamaan atau analogi yang digunakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam setiap makhluk atau benda, ada inti, pusat, atau bagian terpenting yang menjadi sumber kehidupan atau esensi dari sesuatu tersebut.
Misalnya, jantung bagi manusia adalah organ vital yang memompa darah dan menjaga kehidupan. Tanpa jantung, tubuh tidak bisa berfungsi. Dan jantung Al-Qur’an adalah Yasin” (وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس). Ini adalah inti dari hadis ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Surah Yasin sebagai “hati” Al-Qur’an. Mengapa demikian? Para ulama dan penafsir memberikan beberapa kemungkinan makna di balik perumpamaan ini:
Pentingnya Kandungan: Surah Yasin mengandung inti-inti ajaran Islam yang sangat fundamental. Ia membahas tentang keesaan Allah (tauhid), kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, hari kebangkitan dan perhitungan (akhirat), serta kisah-kisah kaum terdahulu sebagai pelajaran. Isinya padat dan mencakup pokok-pokok akidah Islam.
Pengaruh dan Dampak: Sebagaimana hati adalah sumber kehidupan, Surah Yasin dianggap memiliki pengaruh spiritual yang mendalam bagi pembacanya, menghidupkan hati, dan menguatkan iman.
Fokus pada Hati yang Mati: Surah Yasin banyak berbicara tentang menghidupkan kembali orang mati dan tanah yang tandus, serta bukti-bukti kekuasaan Allah. Ini bisa diartikan sebagai “menghidupkan hati yang mati” karena kelalaian atau dosa.
Sering Dibaca dalam Momen Penting: Surah Yasin sering dibaca dalam acara-acara keagamaan, seperti tahlilan, syukuran, atau saat menghadapi sakaratul maut, menunjukkan kedudukannya yang istimewa di kalangan umat Islam.
Barang siapa yang membaca Yasin, maka Allah akan mencatat baginya dengan bacaannya itu bacaan Al-Qur’an sepuluh kali” (َمَنْ قَرَأَ يس َتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ). Bagian ini menunjukkan keutamaan besar bagi pembaca Surah Yasin. Ganjaran yang diberikan adalah pahala seolah-olah telah membaca seluruh Al-Qur’an sebanyak sepuluh kali. Pahala yang berlipat ganda ini adalah bentuk kemurahan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Meskipun membaca Surah Yasin hanya sebagian kecil dari Al-Qur’an, Allah memberikan pahala yang berlimpah sebagai motivasi bagi umat-Nya untuk senantiasa berinteraksi dengan firman-Nya. Perlu diingat bahwa pahala ini berlaku bagi mereka yang membaca dengan ikhlas, memahami maknanya (semampunya), dan berusaha mengamalkan isi kandungannya. Bukan hanya sekadar membaca tanpa penghayatan.