Keutamaan Menjenguk Orang Sakit


عَنْ عَلِيُّ بْنُ اَبِيْ اَبِيْ طَالِبْ رَضِيَ اللهٌ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ عَادَ مَرِيضًا خَاضَ فِي الرَّحْمَةِ، فَإِذَا جَلَسَ عِندَهُ اسْتَقَرَّ فِيهَا (رَوَاهُ التِّرْمِذِيٌّ)

Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa menjenguk orang sakit, maka ia berjalan di tengah-tengah rahmat. Dan apabila ia duduk di sisinya, ia menetap di dalam rahmat itu. (H.R Tirmidzi)

Penjelasan hadis:

Maksud dari hadis ini sangatlah mendalam dan menunjukkan betapa besar keutamaan dan pahala bagi orang yang menjenguk saudaranya yang sedang sakit. “مَنْ عَادَ مَرِيضًا خَاضَ فِي الرَّحْمَةِ” (Barangsiapa menjenguk orang sakit, ia berjalan di dalam rahmat) Bagian ini mengibaratkan orang yang menjenguk orang sakit seolah-olah sedang berenang atau menyelam dalam lautan rahmat Allah SWT. Ini menunjukkan bahwa setiap langkah yang diambil untuk menjenguk orang sakit adalah langkah yang dipenuhi dengan keberkahan dan mendatangkan rahmat dari Allah. Aktivitas menjenguk ini sendiri sudah merupakan bentuk ibadah dan kebaikan yang sangat disukai Allah. “فَإِذَا جَلَسَ عِندَهُ اسْتَقَرَّ فِيهَا” (Apabila ia duduk di sisi orang sakit tersebut, ia telah menetap di dalamnya) Ketika seseorang sudah duduk di samping orang sakit, hal itu mengindikasikan bahwa ia tidak hanya sekadar lewat atau menengok sebentar, melainkan benar-benar meluangkan waktu, berinteraksi, dan memberikan perhatian. Pada saat ia duduk inilah, rahmat Allah SWT tidak hanya meliputinya, tetapi seolah-olah rahmat itu menetap atau bersemayam pada dirinya. Ini menunjukkan puncak dari keberkahan dan kedekatan dengan rahmat ilahi saat menunaikan hak seorang Muslim. Jadi, singkatnya hadis ini menegaskan bahwa menjenguk orang sakit adalah perbuatan yang sangat mulia di mata Allah, yang akan mendatangkan curahan rahmat dan keberkahan bagi pelakunya.