Mengucapkan Salam


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: اعْبُدُوا الرَّحْمَنَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَأَفْشُوا السَّلاَمَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيْ)

Artinya: Dari Abdullah bin Amr RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:”Sembahlah Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih), berilah makan (kepada orang lain), dan tebarkanlah salam, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. at-Tirmidzi)

Penjelasan Hadis:

Hadis di atas menjelaskan tentang Perintah utama adalah ibadah kepada Allah, namun dengan nama “Ar-Rahman” yang mencerminkan kasih sayang. Ini menunjukkan bahwa ibadah seharusnya dilandasi cinta, bukan semata rasa takut, dan kita juga diharapkan mencerminkan kasih sayang itu dalam hidup sosial. Memberi makan adalah simbol kepedulian sosial. Bisa dalam bentuk sedekah, menjamu tamu, atau memberi pada yang membutuhkan. Ini adalah bentuk nyata dari pengamalan iman dan ukhuwah (persaudaraan). Memberi makan adalah perbuatan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan berpahala besar. Ucapan salam bukan sekadar sapaan, tapi membawa doa, perdamaian, dan cinta. Menyebarkan salam menunjukkan akhlak yang baik, tidak menyimpan permusuhan, dan membangun suasana damai di masyarakat. Jika tiga amalan tadi dilakukan (ibadah, memberi makan, dan menyebar salam), maka balasannya adalah masuk surga dengan selamat, tanpa gangguan atau azab. Ini juga menunjukkan bahwa agama Islam mencakup ibadah utama (dengan Allah) dan berbuat baik (dengan sesama manusia).