Hadis 5. Adab Memandang ke dalam Rumah Orang lain


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنِ اطَّلَعَ فِى بَيْتِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ فَقَدْ حَلَّ لَهُمْ أَنْ يَفْقَئُوا عَيْنَهُ ». ( رواه مسلم : ٥٧٦٨)

hadis dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda: “Barang siapa menengok ke dalam rumah seseorang tanpa izin pemiliknya, maka sungguh mereka boleh mencongkel mata orang itu.  (HR. Muslim: 5668)

Hadis ini menjelaskan bahwa Sabda Nabi SAW (“Barang siapa yang mengintip ke dalam rumah suatu kaum tanpa izin mereka, maka halal bagi mereka untuk membutakan matanya.“) Para ulama berkata: Hadis ini dimaknai pada keadaan ketika seseorang mengintip ke dalam rumah orang lain, lalu pemilik rumah melemparnya dengan kerikil hingga matanya menjadi buta. Apakah boleh langsung melempar sebelum memberikan peringatan terlebih dahulu? Dalam hal ini ada dua pendapat di kalangan ulama mazhab kami (Syafi’iyah): Pendapat yang paling kuat: Boleh langsung melempar berdasarkan keumuman (teks) hadis ini. Dan Allah Maha Mengetahui.