عن ابن عمر رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم (أَخْبِرُونِي بِشَجَرَةٍ مَثْلُهَا مَثْلُ الْمُسْلِمِ تُؤْتِي أَكْلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَلا تَحْتُّ وَرَقُهَا) . فَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَكَرِهْتُ أَنْ أَتَكَلَّمَ وَثَمَّ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ، فَلَمَّا لَمْ يَتَكَلَّمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: هِيَ النَّخْلَةُ) . فَلَمَّا خَرَجْتُ مَعَ أَبِي قُلْتُ: يَا أَبَتَاهُ وَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ، قَالَ: مَا مَنَعَكَ أَنْ تَقُولَهَا؟ لَوْ كُنتَ قُلْتَهَا لَكَانَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ كَذَا وَكَذَا، قُلتُ: مَا مَنَعَنِي إِلَّا أَنْنِي لَمْ أَرَكْ وَلَا أَبَا بَكْرٍ تَكَلَّمْتُمَا فَكَرِهْتُ ( رواه الترمذي : ٥٧٩٢)
hadis dari Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Beritahukanlah kepadaku suatu pohon yang perumpamaannya mirip seorang muslim, berbuah setiap saat dengan izin pemiliknya dan daunnya pun tidak pernah berguguran.” Hatiku mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma, namun aku tidak berani mengatakannya apalagi disana terdapat Abu Bakr dan Umar, ketika keduanya tidak angkat bicara, maka Rasulullah SAW bersabda: “Pohon itu adalah pohon kurma.” Ketika aku keluar bersama ayahku, aku berkata: “Wahai ayahku, tadi dalam hatiku mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma.” Ayahku berkata: “Kenapa kamu tidak menjawabnya! Sekiranya kamu menjawabnya, maka hal itu lebih aku sukai daripada ini dan ini.” Abdullah berkata: “Sebenarnya tidak ada yang mencegahku untuk menjawabnya melainkan aku melihatmu dan Abu Bakr tidak juga angkat bicara, maka aku tidak suka (mendahulinya). (HR. 5792)
adis ini menggambarkan perumpamaan seorang Muslim dengan pohon kurma yang selalu berbuah sepanjang waktu dan daunnya tidak gugur, menandakan keberkahan, manfaat, dan konsistensi dalam kebaikan. Melalui dialog antara Rasulullah SAW dan para sahabat, hadis ini juga menunjukkan pentingnya adab dalam majelis ilmu, seperti rasa hormat kepada orang yang lebih tua dan lebih berilmu, sebagaimana ditunjukkan oleh Ibn Umar yang enggan berbicara karena hadirnya Abu Bakar dan Umar. Selain itu, hadis ini mengajarkan bahwa seorang Muslim idealnya memiliki sifat seperti pohon kurma: kokoh dalam iman, terus memberi manfaat, dan tidak mudah rapuh dalam menghadapi ujian.