Hadis 3. Adab Ketika Marah


عن أبي هريرة رضي الله عنه : أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال (لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ). )رواه البخاري : ٥٧٦٣)

hadis dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah orang yang kuat adalah orang yang pandai bergulat, tapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan nafsunya ketika ia marah. (HR. al-Bukhari: 5763)

Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Mas’ud ini menjelaskan bahwa makna sejati dari kekuatan bukanlah pada kemampuan fisik mengalahkan orang lain, seperti yang dipahami oleh para sahabat, tetapi pada kemampuan seseorang mengendalikan diri saat marah. Rasulullah ﷺ meluruskan persepsi ini dengan menyatakan bahwa orang kuat adalah yang mampu menahan amarahnya ketika sedang marah. Dalam riwayat Ahmad, digambarkan lebih jelas bahwa meskipun amarah memuncak dan wajah memerah, orang kuat tetap mampu menundukkan emosinya. Penjelasan ulama seperti Ibnu at-Tin juga menekankan pentingnya ketepatan dalam pembacaan lafaz hadits agar maknanya tidak berubah.