عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا هَنِيئًا ». ( رواه ابن ماجه : ٤٠٢٣)
hadis dari ‘Aisyah bahwa apabila Rasulullah SAW melihat hujan turun, beliau berdo’a: “Allahummaj’alhu shaiyyiban hani`an (Ya Allah, jadikanlah curahan hujan yang menyejukkan.” (HR. Ibn Majah: 4023)
Hasyiyyah al-Sindi Menjelaskan hadis yang diriwayatkan Ibn Majah, “Jadikanlah itu ṣayyiban” Dengan menekankan huruf yāʼ (dibaca panjang dan ditekan), ṣayyib adalah air hujan yang mengalir (deras) dari langit, berasal dari kata ṣayyaba yang berarti “turun (air hujan)”. Dalam doa atau ungkapan ini, seseorang meminta agar hujan yang turun benar-benar menjadi hujan yang deras dan bermanfaat, sebagaimana hujan deras yang mengalir deras dari langit bukan hanya sekedar air saja tapi juga keberkahan dari air yang turun dari langit.