عَنْ سَيَّارٍ قَالَ كُنْتُ أَمْشِى مَعَ ثَابِتٍ الْبُنَانِىِّ فَمَرَّ عَلَى صِبْيَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ فَقَالَ ثَابِتٌ كُنْتُ مَعَ أَنَسٍ فَمَرَّ عَلَى صِبْيَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ وَقَالَ أَنَسٌ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَمَرَّ عَلَى صِبْيَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ. ( رواه الترمذي : ٢٩١٢)
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ رَوَاهُ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ ثَابِتٍ وَرُوِىَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَنَسٍ.
hadis dari Sayyar, ia berkata: “Aku sedang berjalan bersama dengan Thabit al-Bunani, lalu ia melewati sekumpulan anak-anak dan memberi salam kepada mereka. Thabit berkata: ‘Aku pernah bersama Anas, lalu ia melewati sekumpulan anak-anak dan memberi salam kepada mereka.’ Anas berkata: ‘Aku pernah bersama Rasulullah -shalallahu alaihi wa sallam- lalu beliau melewati sekumpulan anak-anak dan memberi salam kepada mereka.” (HR. Tirmidzi: 2912)
Hadis ini menggambarkan Nabi Muhammad ﷺ yang memberi salam dan menyapa anak-anak, menunjukkan kasih sayang dan kerendahan hati beliau. Terdapat dua versi bacaan kata “pada” dalam hadis, dan riwayat an-Nasa’i menyebutkan bahwa Nabi sering mengunjungi kaum Anshar, membelai kepala, serta mendoakan anak-anak mereka. Hadis ini menegaskan pentingnya memberi salam kepada anak-anak yang sudah bisa membedakan usia sebagai bagian dari adab. Ulama sepakat bahwa orang dewasa wajib membalas salam anak-anak yang memberi salam kepada mereka, meskipun ada perbedaan pendapat, pendapat yang kuat menegaskan kewajiban membalas salam tersebut.