Hadis 40. Adab dalam Beristirahat ( Berbaring )


عَنْ قَيْسِ بْنِ طِخْفَةَ الْغِفَارِىِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَصَابَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَائِمًا فِى الْمَسْجِدِ عَلَى بَطْنِى فَرَكَضَنِى بِرِجْلِهِ وَقَالَ « مَا لَكَ وَلِهَذَا النَّوْمِ هَذِهِ نَوْمَةٌ يَكْرَهُهَا اللَّهُ أَوْ يُبْغِضُهَا اللَّهُ » ( رواه ابن ماجه: ٣٨٥٥)

hadis dari Qais bin Thihfah Al Ghifari dari ayahnya dia berkata: “Rasulullah SAW pernah mendapatiku tidur di atas perutku (telungkup) di Masjid, maka beliau membangunkaku dengan kedua kakinya sambil bersabda: “Kenapa kamu seperti ini? Ini adalah cara tidur yang di benci Allah atau tidak di sukai Allah. (Ibn Majah: 3855)

Hadis di atas menjelaskan bahwa Hadis ini menggambarkan bagaimana Nabi Muhammad SAW menegur seseorang yang tidur di masjid dengan posisi tengkurap, yaitu berbaring di atas perut. Nabi membangunkannya dengan menyentuhnya menggunakan kaki, lalu berkata bahwa tidur seperti itu adalah cara tidur yang dibenci atau tidak disukai oleh Allah. Teguran ini menunjukkan bahwa posisi tidur memiliki adab tersendiri dalam Islam, dan tidur tengkurap dianggap tidak sesuai dengan fitrah serta menyerupai cara tidur yang buruk. Selain itu, hadis ini mencerminkan kelembutan Nabi dalam menasihati, serta perhatiannya terhadap kebiasaan sehari-hari umatnya, termasuk hal kecil seperti cara tidur, terutama di tempat ibadah seperti masjid.