Hadis 31. Adab Ketika bersenda Gurau


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ « إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِى كَبِيرٍ ، أَمَّا هَذَا فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ ، وَأَمَّا هَذَا فَكَانَ يَمْشِى بِالنَّمِيمَةِ » . ثُمَّ دَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ ، فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ ، فَغَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ « لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا ، مَا لَمْ يَيْبَسَا » ( رواه الترمذي : ٦٠٢٥)

hadis dari Ibnu Abbas RA dia berkata: Rasulullah SAW pernah melewati dua kuburan lalu beliau bersabda: “Kedua penghuni kubur ini tengah disiksa dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu ini, tidak bersuci dari kencingnya, sedangkan yang ini disiksa karena selalu mengadu domba.” Kemudian beliau meminta sepotong pelepah kurma yang masih basah. Beliau membelahnya menjadi dua dan menancapkannya pada dua kuburan tersebut. Beliau kemudian bersabda: ‘Semoga ini bisa meringankan keduanya selagi belum kering. (HR. al-Turmudzi: 6025)

Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dari najis, khususnya air kencing, serta larangan keras menyebarkan fitnah (namimah) karena keduanya dapat menyebabkan azab kubur. Rasulullah SAW menunjukkan bahwa meskipun dosa tersebut tampak sepele, dampaknya sangat serius di akhirat. Beliau juga menancapkan dua batang dahan basah di atas makam sebagai bentuk kasih sayang dan harapan agar azab keduanya diringankan, yang menunjukkan bahwa amal kebaikan, bahkan dari orang yang masih hidup, dapat memberi manfaat kepada yang telah meninggal. Hadis ini mengingatkan umat Islam untuk menjaga diri dari dosa-dosa tersembunyi dan memperbanyak amal yang bisa membawa rahmat.