عَنِ الْبَرَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا ( رواه الترمذي : ٥٢١٤)
hadis dari Al Barra` bin ‘Azib ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah dua orang muslim yang bertemu kemudian saling berjabat tangan, kecuali dosa keduanya akan diampuni sebelum berpisah. (HR. al-Turmudzi: 5214
Salaman (persahabatan dengan berjabat tangan) adalah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam, baik ketika bertemu sesama Muslim maupun saat berbaiat. Keutamaan salaman sangat besar, karena dapat menghapus dosa-dosa antara kedua orang yang bersalaman sebelum mereka berpisah. Salaman sebaiknya dilakukan dengan tangan kanan, sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Nabi SAW. Selain itu, salaman juga mencerminkan kerendahan hati, kasih sayang, dan penghormatan antar sesama. Dalam tradisi Islam, salaman bukan hanya sebuah tindakan sosial, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang menghubungkan umat Muslim satu sama lain dengan pengampunan dosa dan keberkahan.