عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ كَانَ الْيَهُودُ يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- يَرْجُونَ أَنْ يَقُولَ لَهُمْ يَرْحَمُكُمُ اللَّهُ. فَيَقُولُ « يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ». وَفِى الْبَابِ عَنْ عَلِىٍّ وَأَبِى أَيُّوبَ وَسَالِمِ بْنِ عُبَيْدٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ وَأَبِى هُرَيْرَةَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. ( رواه الترمذي: ٢٩٥٨)
hadis dari Abu Musa ia berkata: “Orang-orang Yahudi bersin di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan harapan beliau akan mengucapkan “YARHAMUKUMULLAAH (semoga Allah merahmati kalian), ” Namun beliau mengucapkan: “YAHDIIKUMULLAAH WA YUSHLIH BAALAKUM (semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki kondisi kalian).” Dan dalam bab ini, ada hadits semisal dari Ali, Abu Ayyub, Salim bin ‘Ubaid, Abdullah bin Ja’far dan Abu Hurairah. Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. (HR. al-Turmudzi, 2958)
Hadis ini menunjukkan kebijaksanaan Rasulullah SAW dalam membalas doa orang lain, khususnya dalam situasi ketika orang Yahudi bersin di hadapan beliau dengan harapan didoakan “Yarhamukum Allah”. Namun, Nabi SAW justru membalas dengan doa yang lebih bermakna, yaitu “Yahdikum Allah wa yuslih balakum”, yang berisi harapan agar mereka mendapat petunjuk dan perbaikan keadaan. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya sekadar memenuhi kebiasaan atau harapan orang lain, tetapi memilih doa yang mengandung kebaikan yang lebih luas dan mendalam. Hadis ini juga mengajarkan adab dalam membalas doa serta menjadi contoh dakwah yang bijak dan penuh hikmah.