Pengumpulan dan penulisan hadis-hadis dalam bentuk 40 hadis (Arbain) sudah dilakukan oleh banyak ulama sejak abad ke-3 Hijriyah. Karena jumlah ulama yang terlibat sangat banyak, sulit menentukan siapa yang pertama kali memulainya. Namun, menurut al-Nawawi, beberapa ulama awal yang terkenal mengumpulkan hadis dengan metode ini antara lain Abdullah ibn Mubarak, Ibn Aslam al-Tsausi, Hasan ibn Sufyan al-Nasawi, Abu Bakar Muhammad ibn Husayn al-Ajiri, Abu Bakar Muhammad ibn Ibrahim al-Asfahani, dan Al-Daraqutni. Setelah mereka, banyak ulama lain yang mengikuti jejak tersebut dengan menulis berbagai karya Arbain sesuai niat dan harapan mereka. Di Indonesia, beberapa ulama terkenal yang juga menulis kitab Arbain antara lain Syeikh Nawawi Banten, Syeikh Mahfus Termas, Syeikh Yasin Padang, dan Syeikh Hasyim Asy’ari.