Hadis 9


أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: كُنَّا نُخْرِجُ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ (رواه البخاري: 1435)

Artinya : bahwa Abu Sa’id Al-Khudri RA berkata: Kami biasa mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ dari makanan, atau satu sha’ dari gandum, atau satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari keju kering (aqṭ), atau satu sha’ dari kismis.”(HR. al-Bukhari: 1435).

Hadis ini menegaskan bahwa pada masa Nabi Muhammad SAW, zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok yang umum dimakan oleh masyarakat, dan bukan terbatas pada satu jenis saja. Hal ini menunjukkan keluwesan dalam syariat Islam, serta perhatian terhadap kebutuhan masyarakat setempat.