Hadis 35


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَاسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَهُ وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنَ الْعَرَبِ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ لأَبِى بَكْرٍ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم« أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فَمَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّى مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلاَّ بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ ». فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ وَاللَّهِ لأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلاَةِ وَالزَّكَاةِ فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِى عِقَالاً كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهِ. فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلاَّ أَنْ رَأَيْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِى بَكْرٍ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ. (رواه مسلم: 133)

Artinya : hadis dari Abu Hurairah berkata: Ketika Rasulullah SAW, wafat dan Abu Bakar diangkat menjadi khalifah sepeninggal beliau, sebagian orang Arab murtad (kembali kafir), maka Umar bin Khattab berkata kepada Abu Bakar: “Bagaimana engkau akan memerangi manusia, padahal Rasulullah SAW, telah bersabda: ‘Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan la ilaha illallah (tiada tuhan selain Allah). Maka siapa yang mengucapkan la ilaha illallah, ia telah melindungi dariku darah dan hartanya, kecuali dengan haknya, dan hisabnya terserah kepada Allah.’” Lalu Abu Bakar berkata: “Demi Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan antara shalat dan zakat. Sesungguhnya zakat adalah hak harta. Demi Allah, seandainya mereka menolak untuk memberikan kepadaku seekor anak unta betina yang dahulu mereka serahkan kepada Rasulullah SAW, niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya itu.” Maka Umar berkata: “Demi Allah, tidaklah setelah itu aku melihat kecuali bahwa Allah telah melapangkan hati Abu Bakar untuk memerangi mereka. Maka aku pun tahu bahwa itulah kebenaran.”(HR. Muslim : 133)

Hadis ini menggambarkan ketegasan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, dalam menegakkan syariat Islam secara utuh, khususnya terkait kewajiban membayar zakat.