عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «مِنْ خَيْرِ مَعَاشِ النَّاسِ لَهُمْ: رَجُلٌ مُمْسِكٌ عِنَانَ فَرَسِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، يَطِيرُ عَلَىٰ مَتْنِهِ كُلَّمَا سَمِعَ هَيْعَةً أَوْ فَزَعَةً، طَارَ عَلَيْهِ، يَبْتَغِي الْقَتْلَ وَالْمَوْتَ مَظَانَّهُ، أَوْ رَجُلٌ فِي غُنَيْمَةٍ فِي رَأْسِ شَعَفَةٍ مِنْ هَذِهِ الشِّعَافِ، أَوْ بَطْنِ وَادٍ مِنْ هَذِهِ الْأَوْدِيَةِ، يُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَيُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَيَعْبُدُ رَبَّهُ حَتَّىٰ يَأْتِيَهُ الْيَقِينُ، لَيْسَ مِنَ النَّاسِ إِلَّا فِي خَيْرٍ» (رواه مسلم: 125)
Artinya : hadis dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW, bersabda: diantara kehidupan terbaik manusia adalah seorang pria yang memegang kekang kudanya di jalan Allah, dia selalu siap untuk bertempur setiap kali mendengar keributan atau teriakan, ia berusaha untuk mati syahid di medan perang; atau seorang pria yang berada di tengah harta rampasan perang di puncak sebuah bukit atau lembah, yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyembah Tuhannya sampai datang ajalnya. Dia tidak termasuk di antara manusia kecuali dalam kebaikan.”(HR. Muslim : 125).
Secara keseluruhan, hadis ini menggambarkan dua contoh orang yang sangat mulia dalam hidup mereka, baik dalam perjuangan di jalan Allah atau dalam ibadah yang konsisten, yang keduanya akan membawa kebaikan dalam kehidupan dunia maupun akhirat.