وَقَالَ مَالِكٌ وَابْنُ إِدْرِيسَ الرِّكَازُ دِفْنُ الْجَاهِلِيَّةِ ، فِى قَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ الْخُمُسُ . وَلَيْسَ الْمَعْدِنُ بِرِكَازٍ ، وَقَدْ قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم فِى الْمَعْدِنِ « جُبَارٌ ، وَفِى الرِّكَازِ الْخُمُسُ » . وَأَخَذَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ مِنَ الْمَعَادِنِ مِنْ كُلِّ مِائَتَيْنِ خَمْسَةً . وَقَالَ الْحَسَنُ مَا كَانَ مِنْ رِكَازٍ فِى أَرْضِ الْحَرْبِ فَفِيهِ الْخُمُسُ ، وَمَا كَانَ مِنْ أَرْضِ السِّلْمِ فَفِيهِ الزَّكَاةُ ، وَإِنْ وَجَدْتَ اللُّقَطَةَ فِى أَرْضِ الْعَدُوِّ فَعَرِّفْهَا ، وَإِنْ كَانَتْ مِنَ الْعَدُوِّ فَفِيهَا الْخُمُسُ . وَقَالَ بَعْضُ النَّاسِ الْمَعْدِنُ رِكَازٌ مِثْلُ دِفْنِ الْجَاهِلِيَّةِ لأَنَّهُ يُقَالُ أَرْكَزَ الْمَعْدِنُ . إِذَا خَرَجَ مِنْهُ شَىْءٌ . قِيلَ لَهُ قَدْ يُقَالُ لِمَنْ وُهِبَ لَهُ شَىْءٌ ، أَوْ رَبِحَ رِبْحًا كَثِيرًا ، أَوْ كَثُرَ ثَمَرُهُ أَرْكَزْتَ . ثُمَّ نَاقَضَ وَقَالَ لاَ بَأْسَ أَنْ يَكْتُمَهُ فَلاَ يُؤَدِّىَ الْخُمُسَ (رواه البخاري: 66)
Artinya : Malik dan Ibn Idris berkata: Al-Rikaz adalah harta yang terkubur dari zaman jahiliyah, baik sedikit maupun banyak, yang dikenakan khumus (seper lima). Dan tambang bukanlah rikaz. Nabi SAW, telah bersabda tentang tambang: ‘Al-Jubaar’, sedangkan pada rikaz dikenakan khumus. Umar bin Abd al-Aziz mengambil dari tambang setiap 200 dinar, sebanyak 5 dinar. Al-Hasan berkata: “Apa yang ditemukan dari rikaz di tanah peperangan, maka itu dikenakan khumus, sementara yang ditemukan di tanah damai dikenakan zakat. Dan jika Anda menemukan barang temuan di tanah musuh, maka kenalkanlah barang tersebut. Namun, jika itu dari musuh, maka dikenakan khumus. Beberapa orang berkata, “Tambang adalah rikaz, seperti halnya harta yang terkubur dari zaman jahiliyah, karena disebutkan bahwa jika sesuatu keluar dari tambang, maka itu disebut ‘arkaza’.” Ini bisa digunakan untuk seseorang yang diberi sesuatu atau mendapat keuntungan besar, atau jika hasilnya melimpah, maka dikatakan “kamu telah arkaza.” Kemudian, dia bertentangan dan berkata, “Tidak ada masalah jika seseorang menyembunyikannya dan tidak membayar khumus. (HR. al-Bukhari : 66)
Hadis yang Anda kutip berisi penjelasan tentang hukum rikaz dan tambang dalam konteks zakat dan khumus (seper lima dari harta). Dalam hadis ini, terdapat beberapa pernyataan dan pendapat terkait dengan harta yang ditemukan, baik itu dari zaman jahiliyah maupun dari tambang yang ditemukan di zaman sekarang.