Hadis 19


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ. وَحَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ، حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ الْعَلَّاءِ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ، عَنْ يَحْيَىٰ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ صَيْفِيٍّ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا مَعْبَدٍ مَوْلَىٰ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ: لَمَّا بَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ إِلَى نَحْوِ أَهْلِ الْيَمَنِ، قَالَ لَهُ: إِنَّكَ تَقْدِمُ عَلَىٰ قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ، فَلْيَكُنْ أَوَّلُ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَىٰ أَنْ يُوَحِّدُوا اللَّهَ تَعَالَىٰ، فَإِذَا عَرَفُوا ذَٰلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنْ اللَّهَ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوْمِهِمْ وَلَيْلَتِهِمْ، فَإِذَا صَلَّوْا فَأَخْبِرْهُمْ أَنْ اللَّهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ زَكَاةً فِي أَمْوَالِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ غَنِيِّهِمْ فَتُرَدُّ عَلَىٰ فَقِيرِهِمْ، فَإِذَا أَقَرُّوا بِذَٰلِكَ فَخُذْ مِنهُمْ وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمْوَالِ النَّاسِ (رواه البخاري: 6937)

Artinya : hadis dari Ibn Abbas RA, dia berkata: Nabi SAW, mengirim Mu’adz bin Jabal ke Yaman. Dan Abdullah bin Abi Al-Aswad menceritakan kepada kami, dia berkata: ‘Fadl bin Al-‘Alaa menceritakan kepada kami, dia berkata: ‘Ismail bin Umayyah menceritakan kepada kami, dia berkata: ‘Yahya bin Abdullah bin Muhammad bin Sayfi menceritakan kepada kami, bahwa dia mendengar Abu Ma’bad, mantan budak Ibnu Abbas, mengatakan: ‘Saya mendengar Ibnu Abbas berkata: Ketika Nabi SAW, mengutus Mu’adz bin Jabal ke Yaman, beliau berkata kepadanya: ‘Sesungguhnya kamu akan menemui suatu kaum dari ahli kitab, maka jadikanlah hal pertama yang kamu dakwahkan kepada mereka adalah untuk mentauhidkan Allah. Setelah mereka mengetahuinya, beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan atas mereka lima waktu salat dalam sehari semalam. Setelah mereka melaksanakan salat, beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat pada harta mereka, yang diambil dari orang kaya mereka dan diberikan kepada orang miskin mereka. Jika mereka mengakuinya, ambillah zakat dari mereka dan hindarilah harta-harta yang terbaik (terbaik) dari harta mereka.'”(HR. al-Bukhari : 6937)

Hadis ini mengajarkan kita tentang langkah-langkah dalam berdakwah yang dimulai dari tauhid, diikuti dengan kewajiban salat dan zakat. Dalam mengelola zakat, penting untuk mengambilnya dengan adil dan tidak memberatkan orang yang memberi zakat, serta memastikan bahwa zakat sampai kepada yang berhak.