عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ. (رواه ابي داود: 1611)
Artinya : hadis dari Ibn Abbas, berkata: Rasulullah SAW, mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkataan yang sia-sia dan perkataan yang tidak senonoh, dan sebagai makanan untuk orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum shalat, maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat, maka itu adalah sedekah dari sedekah-sedekah lainnya.(HR. Abi Dawud : 1611)
Hadis ini menegaskan pentingnya menunaikan zakat fitrah pada waktu yang tepat, yaitu sebelum shalat Idul Fitri. Jika zakat fitrah dikeluarkan setelah shalat, maka meskipun tetap menjadi amal baik, ia tidak lagi memiliki status zakat fitrah yang khusus dan tidak mendapat pahala yang setara.