Hadis 34


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ مِنْ خَيْرِ مَعَاشِ النَّاسِ لَهُمْ رَجُلٌ مُمْسِكٌ عِنَانَ فَرَسِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَطِيرُ عَلَى مَتْنِهِ كُلَّمَا سَمِعَ هَيْعَةً أَوْ فَزْعَةً طَارَ عَلَيْهِ يَبْتَغِى الْقَتْلَ وَالْمَوْتَ مَظَانَّهُ أَوْ رَجُلٌ فِى غُنَيْمَةٍ فِى رَأْسِ شَعَفَةٍ مِنْ هَذِهِ الشَّعَفِ أَوْ بَطْنِ وَادٍ مِنْ هَذِهِ الأَوْدِيَةِ يُقِيمُ الصَّلاَةَ وَيُؤْتِى الزَّكَاةَ وَيَعْبُدُ رَبَّهُ حَتَّى يَأْتِيَهُ الْيَقِينُ لَيْسَ مِنَ النَّاسِ إِلاَّ فِى خَيْرٍ . (رواه مسلم: 4997)

Artinya : hadis dari Abu Hurairah RA,  dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: diantara kehidupan terbaik bagi manusia adalah seorang lelaki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah. Ia menungganginya, dan setiap kali ia mendengar seruan atau kegelisahan (untuk jihad), ia segera berangkat mencarinya, dengan harapan memperoleh kematian syahid di tempat-tempat yang memungkinkan. Atau seorang lelaki yang bersama sekawanan kambing di puncak bukit dari bukit-bukit ini, atau di lembah dari lembah-lembah ini, ia menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan menyembah Tuhannya hingga datang kepadanya ajal (keyakinan=kematian). Ia tidak membawa masalah kepada siapa pun dari manusia.”(HR.Muslim : 4997)

Hadis ini menggambarkan dua tipe manusia yang hidupnya dianggap terbaik dan paling berkah: Mujahid yang siaga di jalan Allah, ahli ibadah yang tenang dalam kesendirian dan ibadah. Keduanya menunjukkan bahwa nilai tertinggi dalam Islam bukan hanya pada amal zahir, tetapi pada keikhlasan, pengorbanan, dan keterikatan hati kepada Allah.