Hadis 30


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ (وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ) قَالَ كَبُرَ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ فَقَالَ عُمَرُ رضى الله عنه أَنَا أُفَرِّجُ عَنْكُمْ. فَانْطَلَقَ فَقَالَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ إِنَّهُ كَبُرَ عَلَى أَصْحَابِكَ هَذِهِ الآيَةُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ اللَّهَ لَمْ يَفْرِضِ الزَّكَاةَ إِلاَّ لِيُطَيِّبَ مَا بَقِىَ مِنْ أَمْوَالِكُمْ وَإِنَّمَا فَرَضَ الْمَوَارِيثَ لِتَكُونَ لِمَنْ بَعْدَكُمْ ». فَكَبَّرَ عُمَرُ ثُمَّ قَالَ لَهُ  أَلاَ أُخْبِرُكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ (رواه ابي داود: 1666)

Artinya : hadis dari Ibn Abbas, ia berkata, “Ketika turun ayat ini (وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ), hal itu terasa berat bagi kaum Muslimin. Maka Umar bin Khattab -radhiallahu anhu- berkata, ‘Saya akan meringankan hal ini bagi kalian.’ Kemudian ia pergi dan berkata, ‘Wahai Nabi Allah, ayat ini terasa berat bagi sahabat-sahabatmu.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak mewajibkan zakat kecuali untuk menyucikan apa yang tersisa dari harta kalian, dan sesungguhnya Allah hanya mewajibkan warisan untuk diberikan kepada orang yang setelah kalian.’ Maka Umar pun bertakbir. Kemudian ia berkata, ‘Tidakkah aku memberitahukan kepada Anda tentang sebaik-baik harta yang dimiliki oleh seseorang? Itu adalah wanita salehah. Jika dia dipandang oleh suaminya, dia menyenangkannya, dan jika dia diperintah, dia mentaatinya, serta jika suaminya pergi, dia menjaga dirinya.'” (HR. Abi Dawud : 1666).

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kewajiban zakat pada harta bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan sisa-sisa harta yang dimiliki, bukan untuk mengurangi harta secara keseluruhan. Dalam hal ini, Umar bin Khattab merasa khawatir mengenai beratnya kewajiban zakat, dan Nabi SAW memberikan penjelasan untuk mengurangi kerisauan tersebut.