Hadis 24


مَنْ لَعَنَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ سَبَّهُ أَوْ دَعَا عَلَيْهِ وَلَيْسَ هُوَ أَهْلًا لِذَٰلِكَ كَانَ لَهُ زَكَاةٌ وَأَجْرٌ وَرَحْمَةٌ (رواه مسلم: 25)

Artinya : siapa yang dilaknat oleh Nabi SAW, atau dicaci, atau didoakan keburukan padanya, padahal dia tidak layak untuk itu, maka dia akan mendapatkan zakat, pahala, dan rahmat.”(HR. Muslim : 25)

Hadis ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya sikap kasih sayang dalam Islam, bahwa Allah dan Rasul-Nya menginginkan yang terbaik untuk umat-Nya. Jika seseorang yang terkena kutukan atau cacian tidak layak untuk itu, dia akan mendapat pahala dan rahmat Allah sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk memahami situasi orang lain dengan baik dan memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki diri, dan yakin bahwa rahmat Allah selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin bertaubat.