Hadis 22


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ وَكَّلَنِى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ ، فَأَتَانِى آتٍ ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ ، فَأَخَذْتُهُ فَقُلْتُ لأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم . فَذَكَرَ الْحَدِيثَ فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فَقَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم صَدَقَكَ وَهْوَ كَذُوبٌ ، ذَاكَ شَيْطَانٌ (رواه البخاري: 3275)

Artinya : hadis dari Abu Hurairah RA, , dia berkata, ‘Rasulullah SAW, telah mengutusku untuk menjaga zakat Ramadan. Kemudian datanglah seseorang yang mulai mengambil makanan, maka aku tangkap dia dan berkata, ‘Aku akan membawamu kepada Rasulullah SAW.’ Kemudian dia menceritakan kisahnya dan berkata, ‘Apabila kamu pergi tidur di tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi, maka Allah akan selalu menjaga kamu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.’ Rasulullah SAW, berkata, ‘Dia benar, meskipun dia seorang pembohong. Itu adalah setan.'”(HR.al-Bukhari : 3275).

Hadis ini mengajarkan kita tentang pentingnya perlindungan dari Allah dengan membaca Ayat Kursi. Meskipun nasihat yang diberikan oleh setan dalam bentuk seseorang yang mencoba mencuri zakat itu tampak benar, Rasulullah SAW, dengan jelas mengungkapkan identitasnya sebagai setan. Selain itu, hadis ini juga mengingatkan kita akan tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan amanah agama seperti zakat dan kewaspadaan terhadap godaan setan.