عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ قَامَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ الْفِطْرِ ، فَصَلَّى فَبَدَأَ بِالصَّلاَةِ ثُمَّ خَطَبَ ، فَلَمَّا فَرَغَ نَزَلَ فَأَتَى النِّسَاءَ ، فَذَكَّرَهُنَّ وَهْوَ يَتَوَكَّأُ عَلَى يَدِ بِلاَلٍ وَبِلاَلٌ بَاسِطٌ ثَوْبَهُ ، يُلْقِى فِيهِ النِّسَاءُ الصَّدَقَةَ . قُلْتُ لِعَطَاءٍ زَكَاةَ يَوْمِ الْفِطْرِ قَالَ لاَ وَلَكِنْ صَدَقَةً يَتَصَدَّقْنَ حِينَئِذٍ ، تُلْقِى فَتَخَهَا وَيُلْقِينَ . قُلْتُ أَتُرَى حَقًّا عَلَى الإِمَامِ ذَلِكَ وَيُذَكِّرُهُنَّ قَالَ إِنَّهُ لَحَقٌّ عَلَيْهِمْ ، وَمَا لَهُمْ لاَ يَفْعَلُونَهُ طرفاه (رواه البخاري: 978)
Artinya : hadis dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: ‘Aku mendengarnya berkata: Nabi SAW, berdiri pada hari Idul Fitri, lalu beliau shalat, dimulai dengan shalat terlebih dahulu, kemudian berkhutbah. Setelah selesai khutbah, beliau turun dan pergi kepada para wanita, mengingatkan mereka sambil beliau bertumpu pada tangan Bilal, dan Bilal pun menyebarkan kainnya, lalu wanita-wanita melemparkan sedekah ke dalamnya.’ Aku bertanya kepada Ataa: ‘Apakah ini zakat fitrah?’ Dia menjawab: ‘Bukan, tetapi itu adalah sedekah yang mereka berikan pada saat itu.’ Aku bertanya lagi: ‘Apakah itu merupakan kewajiban bagi imam untuk mengingatkan mereka?’ Dia menjawab: ‘Ya, itu adalah kewajiban bagi mereka, dan tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak melakukannya.'”(HR. al-Bukhari : 978).
Hadis ini menceritakan tentang kebiasaan Nabi SAW, pada hari Idul Fitri setelah beliau melaksanakan shalat Id. Setelah selesai shalat dan khutbah, beliau turun dan mendekati para wanita untuk mengingatkan mereka tentang sedekah, yang dikenal dengan sedekah fitrah pada hari tersebut. Bilal, sebagai sahabat Nabi SAW, membantu dengan menyebarkan kainnya untuk tempat wanita-wanita melemparkan sedekah mereka. Perlu dicatat bahwa sedekah ini bukanlah zakat fitrah, melainkan sedekah tambahan yang diberikan oleh para wanita pada hari itu, sebagai bentuk amal kebajikan di hari yang suci tersebut. Jabir bertanya kepada Ataa (seorang tabi’in) apakah ini adalah zakat fitrah yang memang diwajibkan pada hari itu, namun Ataa menjawab bahwa ini adalah sedekah sukarela, yang mereka berikan sebagai tambahan amal pada hari tersebut.