Wajib niat puasa


أَخْبَرَنِي الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ دِينَارٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ شُرَحْبِيلَ قَالَ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ. )رواه النسائي(أَخْبَرَنِي الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّا بْنِ دِينَارٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ شُرَحْبِيلَ قَالَ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ. (رواه النسائي)

Telah mengabarkan kepadaku Al Qasim bin Zakaria bin Dinar dia berkata: telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Syurahbil dia berkata: telah memberitakan kepada kami Al Laits dari Yahya bin Ayyub dari ‘Abdullah bin Abu Bakr dari Salim bin ‘Abdullah dari ‘Abdullah bin ‘Umar dari Hafshah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum terbit fajar, tidak ada puasa baginya. (H.R An – Nasai ).

Hadits ini menjelaskan bahwa niat puasa harus dilakukan sebelum terbit fajar pada malam hari. Niat ini merupakan syarat penting dalam ibadah puasa, dan jika seseorang tidak berniat untuk berpuasa pada malam hari, maka puasa yang dilakukannya tidak sah. Niat puasa bukanlah sekadar niat dalam hati, tetapi niat yang disadari dan dimulai sejak malam hari, sebelum fajar. Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, hadits ini mengajarkan kita bahwa dalam setiap amal ibadah, niat sangat penting dan harus dilakukan dengan penuh kesadaran dan persiapan. Dalam konteks puasa, kita tidak bisa begitu saja memulai puasa tanpa niat yang jelas. Hal ini bisa dibandingkan dengan aktivitas lainnya dalam kehidupan sehari-hari yang membutuhkan niat atau persiapan sebelumnya, seperti memulai pekerjaan, belajar, atau kegiatan lainnya.