Perintah Membaca Qunut Pada Pertengahan Ramadhan


حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ أَنَّ أُبَىَّ بْنَ كَعْبٍ أَمَّهُمْ  يَعْنِى فِى رَمَضَانَ – وَكَانَ يَقْنُتُ فِى النِّصْفِ الآخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.( رواه ابو داود)

Telah menceritakan kepada Kami Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, telah menceritakan kepada Kami Muhammad bin Bakr, telah mengabarkan kepadaku Hisyam dari Muhammad dari sebagian sahabatnya bahwa Ubai bin Ka’b mengimami mereka pada bulan ramadhan dan dia qunut pada pertengahan terakhir bulan Ramadhan. ( H.R Abu daud )

Hadis ini menjelaskan tentang salah satu amalan yang dilakukan oleh para sahabat Nabi, yaitu membaca doa qunut dalam salat malam (tarawih) pada pertengahan terakhir bulan Ramadhan. Hadis ini menunjukkan bahwa qunut di bulan Ramadhan, terutama pada 10 malam terakhir, adalah amalan yang pernah dilakukan oleh para sahabat Nabi, seperti Ubai bin Ka’b. Qunut yang dimaksud di sini adalah qunut nazilah—yaitu doa khusus yang dibaca dalam salat untuk memohon pertolongan, perlindungan, dan kebaikan dari Allah, biasanya dilakukan pada rakaat terakhir salat witir.