حَدَّثَنِى أَبُو الطَّاهِرِ وَهَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الأَيْلِىُّ قَالاَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ أَبِى صَخْرٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ إِسْحَاقَ مَوْلَى زَائِدَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَقُولُ « الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِ (رواه مسلم)
Telah menceritakan kepada kami Abu ath-Thahir dan Harun bin Sa’id al-Aili keduanya berkata: telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahab dari Abu Shakhr bahwa Umar bin Ishaq mantan budak Zaidah, telah menceritakan kepadanya, dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan Ramadlan ke Ramadlan berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya apabila dia menjauhi dosa besar.”
Hadits ini menjelaskan bahwa shalat lima waktu, shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan ke Ramadhan berikutnya memiliki fungsi sebagai penghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan oleh seseorang, asalkan ia menghindari dosa besar Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, hadits ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga ibadah dan menjauhi dosa besar dalam kehidupan kita. Shalat dan puasa adalah sarana yang telah Allah tetapkan untuk kita agar dapat membersihkan diri dari kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin kita lakukan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak luput dari kesalahan atau kekhilafan, baik dalam perbuatan, ucapan, maupun pikiran. Namun, dengan melaksanakan shalat tepat waktu, menjaga ibadah Jum’at, dan menjalankan puasa Ramadhan, kita bisa terus menjaga kebersihan hati dan menghapus dosa-dosa kecil tersebut.