حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِى إِيَاسٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً ( رواه البخاري )
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib berkata: aku mendengar Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Bersahurlah kalian, karena didalam sahur ada baraka. ( H.R Al – Bukhari )
Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk sahur saat berpuasa di bulan Ramadhan. Sahur, meskipun hanya makan sedikit, memiliki keberkahan di dalamnya. Keberkahan ini bisa berarti banyak hal, seperti memberi kekuatan untuk menjalani puasa, memberikan manfaat kesehatan, dan bahkan menjadi momen yang penuh dengan rahmat Allah.
Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, hadits ini mengingatkan kita tentang pentingnya sahur meskipun kadang kita merasa tidak terlalu lapar atau terburu-buru. Banyak orang yang merasa malas sahur karena merasa cukup tidur atau merasa tidak perlu makan. Namun, hadits ini menekankan bahwa sahur adalah waktu yang penuh berkah, yang jika dilakukan dengan niat yang benar, akan memberi manfaat baik secara fisik maupun spiritual.