أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ يُوسُفَ بَصْرِيٌّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ يُونُسَ بْنِ سَيْفٍ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي رُهْمٍ عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَدْعُو إِلَى السَّحُورِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَقَالَ هَلُمُّوا إِلَى الْغَدَاءِ الْمُبَارَكِ (رواه النسائي)
Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib bin Yusuf Al Bashri dia berkata: telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman dari Mu’awiyah bin Shalih dari Yunus bin Saif dari Al Harits bin Ziyad dari Abu Ruhm dari Al ‘Irbadh bin Sariyah dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau mengajak makan sahur di bulan Ramadlan, beliau bersabda: “Kemarilah kalian menuju makan yang diberkahi. (H.R An – Nasai ).
Hadits ini menjelaskan tentang pentingnya makan sahur saat menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah menyebut sahur sebagai “makan yang diberkahi” karena di dalamnya terdapat banyak kebaikan: pahala, kekuatan untuk berpuasa, dan juga waktu yang penuh dengan rahmat serta kesempatan untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah.
Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, hadits ini mengingatkan kita agar tidak meninggalkan sahur, walaupun hanya dengan seteguk air atau sepotong makanan kecil. Dalam gaya hidup modern, banyak orang begadang lalu bangun siang atau melewatkan sahur karena menganggapnya tidak penting. Padahal, selain sebagai penguat fisik, sahur juga membawa keberkahan spiritual. Hadits ini juga memberi pesan bahwa Islam memperhatikan kebutuhan jasmani dan rohani. Sahur bukan hanya soal makan, tapi juga momen untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak doa, dan memulai hari dengan niat yang baik. Bahkan Rasulullah, yang kekuatannya jauh lebih hebat dari kita, tetap menganjurkan sahur sebagai bagian dari sunnah yang penuh berkah. Seperti halnya sarapan yang penting sebelum bekerja, sahur adalah “bahan bakar” kita untuk menjalani puasa dengan lancar dan penuh semangat—baik fisik maupun hati.