أَخْبَرَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَقَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ لَا أَعْلَمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ الْقُرْآنَ كُلَّهُ فِي لَيْلَةٍ وَلَا قَامَ لَيْلَةً حَتَّى الصَّبَاحَ وَلَا صَامَ شَهْرًا كَامِلًا قَطُّ غَيْرَ رَمَضَانَ (رواه النسائي)
Telah mengabarkan kepada kami Harun bin Ishaq dia berkata: telah menceritakan kepada kami ‘Abdah bin Sulaiman dari Sa’id dari Qatadah dari Zurarah bin Aufa dari Sa’ad bin Hisyam dari ‘Aisyah Radliallahu? nha dia berkata: “Aku tidak tahu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca Al Qur’an seluruhnya dalam satu malam. Aku juga tidak tahu bahwa beliau shalat malam secara sempurna hingga pagi, dan aku pun tidak tahu bahwa beliau berpuasa satu bulan sempurna selain bulan Ramadlan. (H.R An – Nasai ).
Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pribadi yang seimbang dalam beribadah. Aisyah radhiyallahu ‘anha menyampaikan bahwa beliau tidak berlebihan dalam ibadah hingga melelahkan diri secara terus-menerus. Rasulullah tidak membaca seluruh Al-Qur’an dalam satu malam, tidak shalat malam terus-menerus sampai pagi setiap hari, dan tidak berpuasa penuh satu bulan kecuali di bulan Ramadhan. Kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, hadits ini mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam beribadah. Islam bukan agama yang membebani, melainkan agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Kadang kita semangat beribadah, ingin membaca Al-Qur’an satu juz atau lebih semalam, atau puasa sunah setiap hari—semangat ini baik, tapi hadits ini mengingatkan kita agar tidak memaksakan diri hingga melewati batas kemampuan.
Dalam kehidupan modern yang serba sibuk, hadits ini juga mengingatkan bahwa kualitas ibadah lebih utama daripada kuantitas yang berlebihan tapi tidak konsisten. Rasulullah menunjukkan bahwa meskipun beliau orang paling dekat dengan Allah, beliau tetap menjaga keseimbangan, mengatur waktu, dan tidak membiasakan ibadah secara ekstrem. Selain itu, hadits ini juga menekankan bahwa puasa Ramadhan adalah satu-satunya bulan yang diwajibkan berpuasa penuh, dan ini menunjukkan betapa penting dan istimewanya bulan Ramadhan dibanding bulan lainnya.