Tinggal Bersama Istri di Malam Pertama


و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ وَخَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ

مِنْ السُّنَّةِ أَنْ يُقِيمَ عِنْدَ الْبِكْرِ سَبْعًا

قَالَ خَالِدٌ وَلَوْ شِئْتُ قُلْتُ رَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdur Razaq telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Ayyub dan Khalid Al Hadzdza` dari Abu Qilabah dari Anas dia berkata:

Termasuk sunnah (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah tinggal (di malam pertama) bersama istri yang masih gadis selama tujuh hari.

Khalid berkata: Seandainya saya mau, saya akan mengatakan: Anas memarfu’kan (hadits tersebut) kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

(HR.Muslim:2655)