ثُمَّ قَالَ حَدِّثْ فَإِنَّا قَدْ نُهِينَا عَنْ الْحَدِيثِ فَقَالَ مَا كُنْتُ لِأُحَدِّثُ وَعِنْدِي رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ مِنْ قُرَيْشٍ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:
يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قُطِعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَخْرُجَ فِي بَقِيَّتِهِمْ الدَّجَّالُ
( رواه أحمد ٦٦٥٨ )
(masih menurut jalur/sanad hadits yang sebelumnya) kemudian ia berkata: “ceritakanlah, sesungguhnya kami dilarang untuk menceritakan hadits.” Lalu dia berkata: “Bagaimana aku menceritakan sedang disampingku ada sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, dan dia dari bangsa Quraisy.” Maka Abdullah bin ‘Amru berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
“Akan keluar suatu kaum dari arah timur, mereka membaca Al Qur`an tetapi tidak pernah melewati kerongkongan mereka, setiap tanduk mereka dipotong maka akan tumbuh tanduk yang baru, sehingga di sisa-sisa mereka itu akan muncul Dajjal.”
(HR. Ahmad bin Hambal no. 6658)