Hadis-15 Kesejahteraan rakyat adalah Tanggung jawab seorang pemimpin


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

ألا كلُّكم راعٍ، وكُلُّكم مَسئولٌ عن رعيَّتِهِ، فالأميرُ الَّذي على النّاسِ راعٍ علَيهِم، وهوَ مَسئولٌ عنهُم، والرَّجلُ راعٍ على أهْلِ بَيتِهِ، وهوَ مَسئولٌ عنهُم، والمرأةُ راعيةٌ على بيتِ بعلِها وولدِهِ، وهيَ مَسئولةٌ عنهُم، والعبدُ راعٍ على مالِ سَيِّدِهِ، وهوَ مَسئولٌ عنهُ، فَكُلُّكُم راعٍ، وكُلُّكُم مَسئولٌ عن رعيَّتِهِ.

الألباني (ت ١٤٢٠)، صحيح أبي داود ٢٩٢٨ • صحيح • شرح رواية أخرى

Ibn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda :

setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya.

(buchary, muslim)