Hadis-14 Wajib berkata benar kepada pemimpin meski terasa pahit


حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ

أُناسٌ لِابْنِ عُمَرَ: إنّا نَدْخُلُ على سُلْطانِنا، فَنَقُولُ لهمْ خِلافَ ما نَتَكَلَّمُ إذا خَرَجْنا مِن عِندِهِمْ، قالَ: كُنّا نَعُدُّها نِفاقًا

البخاري (ت ٢٥٦)، صحيح البخاري ٧١٧٨ • [صحيح] • شرح الحديث

Ada serombongan orang yang berkata kepada ibnu umar;

kalau kami bertemu dengan para pemimpin kami maka kami pasti mengatakan sesuatu yang sama sekali berbeda dengan apa yang kami katakan bila tidak bertemu dengan mereka (pemimpin). Ibnu umar berkata: hal itu kami anggap sebagai sebuah sikap munafik.

(hr. Bukhori)