Hadis-6 Allah membenci pemimpin yang mengejar jabatan


حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يا عبدَ الرَّحمنِ بنَ سَمُرةَ لا تسأَلِ الإمارةَ فإنّك إن أُعطيتَها عن مسألةٍ وُكِلتَ إليها وإن أُعطِيتَها عن غيرِ مسألةٍ أُعِنتَ عليها، يا عبدَ الرَّحمنِ وإذا حلفتَ على يمينٍ ثمَّ رأيتَ ما هو خيرٌ منها فارجِعْ للَّذي هو خيرٌ وكفِّرْ عن يمينِك.

ابن القيسراني (ت ٥٠٧)، ذخيرة الحفاظ ٥‏/٢٧٥٦ • [فيه] عمرو بن عبيد متروك الحديث

Abu said (abdurrahman) bin samurah r.a. Berkata: rasulullah saw telah bersabda kepada saya :

ya abdurrahman bin samurah, jangan menuntut kedudukan dalam pemerintahan, karena jika kau diserahi jabatan tanpa minta, kau akan dibantu oleh allah untuk melaksanakannya, tetapi jika dapat jabatan itu karena permintaanmu, maka akan diserahkan ke atas bahumu atau kebijaksanaanmu sendiri. Dan apabila kau telah bersumpah untuk sesuatu kemudian ternyata jika kau lakukan lainnya akan lebih baik, maka tebuslah sumpah itu dan kerjakan apa yang lebih baik itu.

(buchary, muslim)