عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ نَاعِمًا مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ: أَقْبَلَ رَجُلٌ إِلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ:
أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ وَالْجِهَادِ أَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنْ اللَّهِ
قَالَ:
فَهَلْ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ حَيٌّ
قَالَ:
نَعَمْ بَلْ كِلَاهُمَا
قَالَ:
فَتَبْتَغِي الْأَجْرَ مِنْ اللَّهِ
قَالَ:
نَعَمْ
قَالَ:
فَارْجِعْ إِلَى وَالِدَيْكَ فَأَحْسِنْ صُحْبَتَهُمَا
رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Yazid bin Abu Habib bahwa Na’im budak Ummu Salamah menceritakan kepadannya, ‘Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash berkata: “Seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu dia berkata:
Aku bai’at (berjanji setia) dengan Anda akan ikut hijrah dan jihad, karena aku mengingini pahala dari Allah.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:
“Apakah kedua orang tuamu masih hidup?”
Jawab orang itu:
“Bahkan keduanya masih hidup.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi:
“Apakah kamu mengharapkan pahala dari Allah?”
Jawabnya:
“Ya!”
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Pulanglah kamu kepada kedua orang tuamu, lalu berbaktilah pada keduanya dengan sebaik-baiknya.”
(H.R Muslim).