عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا وَقَعَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى وَلْيَأْكُلْهَا وَلاَ يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ وَلاَ يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمِنْدِيلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعَهُ فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى فِى أَىِّ طَعَامِهِ الْبَرَكَةُ (رواه مسلم:5421)
hadis dari Jabir — ia berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Jika salah seorang dari kalian menjatuhkan sesuap makanannya, maka hendaklah ia mengambilnya, lalu membersihkan kotoran darinya, kemudian memakannya, dan jangan membiarkannya untuk setan. Dan janganlah ia mengusap tangannya dengan kain (atau serbet) sebelum ia menjilati jari-jarinya, karena sesungguhnya ia tidak tahu di bagian makanan mana terdapat keberkahan. (HR. Muslim: 5421)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan kita untuk menghargai makanan, termasuk dengan mengambil kembali makanan yang jatuh dan menjilati jari setelah makan. Ini menunjukkan adab, rasa syukur, dan keyakinan bahwa keberkahan bisa terdapat pada bagian makanan mana saja. Hadis ini sesuai dengan subtema: Menjilati Jari dan Membersihkan Wadah.