عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا دُعِىَ أَحَدُكُمْ إِلَى طَعَامٍ فَلْيُجِبْ فَإِنْ شَاءَ طَعِمَ وَإِنْ شَاءَ تَرَكَ ». وَلَمْ يَذْكُرِ ابْنُ الْمُثَنَّى إِلَى طَعَام(رواه مسلم:3591)
Artinya: hadis dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ‘Apabila salah seorang di antara kalian diundang ke jamuan makan, maka hendaklah ia menerima undangan tersebut. Jika ia ingin, ia boleh makan, dan jika ia ingin, ia boleh meninggalkannya(HR. Muslim no.3591)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk menerima undangan makan sebagai bentuk penghargaan terhadap yang mengundang. Setelah hadir, seseorang boleh memilih untuk makan atau tidak. Hadis ini sesuai dengan subtema: Etika Menerima Undangan Makan.