Makanan yang halal membawa keberkahan


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ( رواه مسلم: 2393)

hadis dari Abū Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Bersih, tidak menerima kecuali yang bersih. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kaum mukminin sebagaimana Dia memerintahkan para rasul—Dia berfirman: ‘Wahai rasul-rasul, makanlah dari (rezeki) yang baik dan kerjakanlah amal saleh; sungguh Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ (QS. Al‑Mumtahanah [60]: 12) Dan Dia berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari (rezeki) yang baik yang Kami telah rizkikan untuk kalian.’ (QS. Al‑Baqarah [2]: 172) Kemudian Beliau menyebutkan tentang seseorang yang bepergian jauh, rambutnya kusut, berdebu, mengangkat kedua tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Wahai Rabb, wahai Rabb!’, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dengan yang haram. Lalu bagaimana doanya akan dikabulkan

(HR. Muslim: 2393)

Hadis ini menjelaskan bahwa Allah hanya menerima amal yang berasal dari yang bersih dan halal. Rasulullah ﷺ mengingatkan kita bahwa makanan yang haram dapat menghalangi terkabulnya doa. Makanan halal membawa keberkahan, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an, dan harus dipastikan kebaikan serta kehalalannya. Hadis ini berkaitan dengan subtema: Makanan Halal Membawa Keberkahan