عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أُتِىَ بِشَرَابٍ ، وَعَنْ يَمِينِهِ غُلاَمٌ وَعَنْ يَسَارِهِ أَشْيَاخٌ ، فَقَالَ لِلْغُلاَمِ « أَتَأْذَنُ لِى أَنْ أُعْطِىَ هَؤُلاَءِ » . فَقَالَ الْغُلاَمُ لاَ ، وَاللَّهِ لاَ أُوثِرُ بِنَصِيبِى مِنْكَ أَحَدًا . فَتَلَّهُ فِى يَدِهِ( رواه البخارى: ٢٦٠٥)
hadis dari Sahl bin Sa’d r.a, ia berkata: Rasulullah ﷺ didatangkan minuman, dan di sebelah kanannya ada seorang anak laki-laki, sementara di sebelah kirinya terdapat orang-orang tua. Beliau ﷺ berkata kepada anak itu: “Apakah kamu mengizinkan aku memberikan minuman ini kepada mereka?” Anak itu menjawab: “Tidak, demi Allah, aku tidak akan mengutamakan bagianku darimu kepada siapa pun.” Maka Rasulullah ﷺ meletakkan minuman itu di tangan anak tersebut(HR. Bukhari: 2605)
Hadis ini menjelaskan bahwa dalam minum bersama-sama, Rasulullah ﷺ menunjukkan adab menghormati giliran, meskipun kepada anak kecil. Beliau meminta izin sebelum mendahulukan yang lain, menunjukkan pentingnya keadilan dan sopan santun. Ini sesuai dengan subtema: Minum Bersama-sama..