وَحَدَّثَنِى زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا أَبِى عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِىِّ عَنْ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ دَعَا بِإِنَاءٍ فَأَفْرَغَ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مِرَارٍ فَغَسَلَهُمَا ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِى الإِنَاءِ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِى هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه مسلم : ٥٦١)
Dari Humran, mantan budak Utsman bin ‘Affan, bahwa ia melihat Utsman memanggil seseorang membawa bejana. Lalu ia menuangkan air ke atas kedua telapak tangannya tiga kali, dan membasuh keduanya. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana, lalu berkumur dan mengeluarkan air dari hidung, kemudian ia membasuh wajahnya tiga kali, dan kedua tangannya sampai ke siku tiga kali, lalu mengusap kepalanya,kemudian membasuh kedua kakinya tiga kali. Lalu Utsman berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, lalu ia shalat dua rakaat tanpa berbicara kepada dirinya sendiri (khusyuk), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. [HR. Muslim no. 561]
Hadis ini menjelaskan bahwa menceritakan tentang tata cara wudhu yang dilakukan oleh Utsman bin ‘Affan, salah seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ. Diriwayatkan bahwa Utsman memulai wudhunya dengan menuangkan air ke atas kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali lalu mencucinya. Kemudian ia memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana, berkumur (madhmadhoh), dan menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya (istinsyaq). Selanjutnya, ia membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua tangannya sampai siku sebanyak tiga kali, mengusap kepalanya, lalu membasuh kedua kakinya tiga kali. Setelah itu, Utsman berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu sebagaimana wudhuku ini, lalu dia melaksanakan shalat dua rakaat tanpa berbicara kepada dirinya sendiri (khusyu’ dan penuh kekhusyukan), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Hadis ini menekankan pentingnya meneladani wudhu Nabi ﷺ dan menjaga kekhusyukan dalam shalat sebagai jalan menuju ampunan Allah.