حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِىٍّ – الْمَعْنَى – قَالاَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا أَبُو وَائِلٍ الْقَاصُّ قَالَ دَخَلْنَا عَلَى عُرْوَةَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ السَّعْدِىِّ فَكَلَّمَهُ رَجُلٌ فَأَغْضَبَهُ فَقَامَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ رَجَعَ وَقَدْ تَوَضَّأَ فَقَالَ حَدَّثَنِى أَبِى عَنْ جَدِّى عَطِيَّةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأ (ابْنُ مَاجه: ٤٧٨٦)
:Telah menceritakan kepada kami Bakr bin Khalaf dan Al-Hasan bin Ali – maknanya sama – keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid, telah menceritakan kepada kami Abu Wa’il Al-Qass, ia berkata: Kami masuk menemui ‘Urwah bin Muhammad As-Sa’di, lalu seorang lelaki berbicara kepadanya dan membuatnya marah. Maka ia berdiri dan berwudhu, kemudian kembali dalam keadaan telah berwudhu. Lalu ia berkata: “Ayahku telah menceritakan kepadaku dari kakek ku, ‘Athiyyah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:”Sesungguhnya marah itu dari setan, dan sesungguhnya setan itu diciptakan dari api. Api itu hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia berwudhu. [HR. Ibnu Majsah no. 4786]