عَنْ أَبِى نَعَامَةَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُغَفَّلٍ سَمِعَ ابْنَهُ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْقَصْرَ الأَبْيَضَ عَنْ يَمِينِ الْجَنَّةِ إِذَا دَخَلْتُهَا. فَقَالَ أَىْ بُنَىَّ سَلِ اللَّهَ الْجَنَّةَ وَتَعَوَّذْ بِهِ مِنَ النَّارِ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّهُ سَيَكُونُ فِى هَذِهِ الأُمَّةِ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِى الطُّهُورِ وَالدُّعَاءِ (رواه ابي داود: ٩٦)
: Diriwayatkan dari Abu Na‘amah, bahwa Abdullah bin Mughaffal mendengar anaknya berdoa: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu istana putih di sebelah kanan surga jika aku memasukinya.Maka Abdullahberkata: “Wahai anakku, mintalah kepada Allah surga dan berlindunglah kepada-Nya dari neraka. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:’Akan muncul di kalangan umat ini suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam bersuci dan berdoa.'” [HR. Sunan Abu Daud no.96]
Hadis ini menjelaskan bahwa berlebihan (ghuluw) dalam ibadah, baik dalam bersuci (seperti menggunakan air berlebihan saat wudhu) maupun dalam berdoa (meminta secara berlebihan atau tidak pada tempatnya), tidak disukai dalam Islam.