عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ». قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاط ) رواه مسلم : ٠ ٦١)
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan pada sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?” Mereka menjawab: “Tentu, wahai Rasulullah!” Beliau bersabda: “Menyempurnakan wudhu di saat-saat yang sulit (tidak disukai), memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu salat setelah salat. Itulah ribāṭ, itulah ribāṭ. [HR. Muslim no. 610]
Hadis ini menjelaskan bahwa Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ini menyampaikan sabda Rasulullah ﷺ yang mengandung pesan penting tentang amalan-amalan yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah. Rasulullah menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa amalan-amalan tersebut adalah bentuk “ribath”, yaitu ikatan dan kesiapsiagaan dalam menjaga agama, sebagaimana seorang mujahid menjaga perbatasan dalam jihad. Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan kesabaran dan konsistensi memiliki kedudukan tinggi dalam Islam.