عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- دَعَا بِمَاءٍ فَتَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً فَقَالَ « هَذَا وَظِيفَةُ الْوُضُوءِ ». أَوْ قَالَ « وُضُوءٌ مَنْ لَمْ يَتَوَضَّأْهُ لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ لَهُ صَلاَةً ». ثُمَّ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ قَالَ « هَذَا وُضُوءٌ مَنْ تَوَضَّأَهُ أَعْطَاهُ اللَّهُ كِفْلَيْنِ مِنَ الأَجْرِ ». ثُمَّ تَوَضَّأَ ثَلاَثًا ثَلاَثًا فَقَالَ « هَذَا وُضُوئِى وَوُضُوءُ الْمُرْسَلِينَ مِنْ قَبْلِى
(ابْنُ مَاجه: ٤٥٥)
: Ubay bin Ka’ab meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ meminta diambilkan air, lalu beliau berwudhu satu kali-satu kali (membasuh setiap anggota wudhu satu kali). Kemudian beliau bersabda:“Inilah kewajiban wudhu.”Atau beliau bersabda:“Wudhu seperti inilah, barangsiapa tidak berwudhu dengannya maka Allah tidak akan menerima shalatnya.”Kemudian beliau berwudhu dua kali-dua kali (setiap anggota wudhu dicuci dua kali), lalu bersabda:“Ini adalah wudhu orang yang jika ia berwudhu seperti ini, maka Allah memberinya dua bagian pahala.”Kemudian beliau berwudhu tiga kali-tiga kali, lalu bersabda:“Inilah wudhuku dan wudhu para nabi sebelumku.” [HR. Ibnu Majah no.455]
Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ pernah melakukan wudhu dengan satu kali basuhan untuk setiap anggota, yang menjadi dalil bahwa basuhan pertama adalah yang wajib, sedangkan basuhan kedua dan ketiga adalah sunnah.
.