Rasulullah Berwudhu Setelah Bangun Tidur


وَحَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِىٍّ الْجَهْضَمِىُّ وَحَامِدُ بْنُ عُمَرَ الْبَكْرَاوِىُّ قَالاَ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ عَنْ خَالِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِى الإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُه (رواه مسلم: ٦٦٥)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah ia mencelupkan tangannya ke dalam bejana sampai ia mencucinya tiga kali. Karena sesungguhnya ia tidak mengetahui di mana tangannya bermalam.” [HR. Muslim no. 665]

Hadis ini menjelaskan bahwa Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. ini menjelaskan tentang tata cara kebersihan setelah bangun tidur. Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan, terutama dalam hal yang berhubungan dengan makanan dan minuman.