Menyempurnakan Basuhan Wudhu


عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ – أَوِ الْمُؤْمِنُ – فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلاَهُ مَعَ الْمَاءِ – أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ – حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ

(رواه مسلم: ٦٠٠)

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila seorang hamba Muslim – atau seorang Mukmin – berwudu, lalu dia membasuh wajahnya, maka keluarlah dari wajahnya setiap dosa yang dilihat oleh kedua matanya bersama air, atau bersama tetesan terakhir air.Dan apabila dia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya setiap dosa yang pernah dilakukan oleh kedua tangannya bersama air, atau bersama tetesan terakhir air. Dan apabila dia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah setiap dosa yang dilangkahkan oleh kedua kakinya bersama air, atau bersama tetesan terakhir air,hingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dos.”[HR. Muslim no. 600]

Hadis ini menjelaskan bahwa Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ini menggambarkan keutamaan dan keistimewaan wudhu dalam Islam. Hadis ini menunjukkan bahwa wudhu bukan hanya sekadar bersuci secara fisik, tetapi juga merupakan bentuk penyucian diri dari dosa-dosa, yang membawa kepada kebersihan rohani dan kedekatan kepada Allah SWT.